Senin, 03 Desember 2012

Otoritas Palestina

- 0 komentar

Otoritas Palestina

Pagar pembatas Jalur Gaza
Pada bulan Mei 1994, setelah perjanjian Palestina-Israel, atau yang dikenal sebagai Persetujuan Damai Oslo disahkan, transfer pemerintahan dari Israel ke Palestina mulai dilakukan secara bertahap. Sebagian Jalur Gaza (kecuali untuk blok permukiman dan pangkalan militer) berada di bawah kendali Palestina. Tentara Israel meninggalkan Gaza dan daerah perkotaan lainnya. Otoritas Palestina, yang dipimpin oleh Yasser Arafat, memilih Kota Gaza sebagai pusat administrasi. Pada bulan September 1995, Israel dan OPP menandatangani perjanjian damai kedua yang memperluas kewenangan Otoritas Palestina terhadap kota-kota di Tepi Barat. Perjanjian tersebut juga membentuk 88 anggota Dewan Nasional Palestina terpilih, yang menggelar sidang perdananya di Gaza pada bulan Maret 1996.
Antara tahun 1994 dan 1996, Israel membangun pembatas Jalur Gaza Israel untuk meningkatkan keamanan di Israel. Sebagian besar pembatas ini dirobohkan oleh Palestina pada awal Intifada Al-Aqsa bulan September 2000. Pada bulan Desember 2000 hingga Juni 2001, pembatas antara Gaza dan Israel dibangun kembali. Selain itu, Israel juga masih memiliki hak untuk mengontrol perbatasan utara Jalur Gaza, serta wilayah perairan dan udara, sedangkan Mesir mengontrol perbatasan selatan Jalur Gaza.
[Continue reading...]

Pendudukan Israel

- 0 komentar

Pendudukan Israel

Jalur Gaza, Mei 2005
Universitas Islam Gaza
Israel kembali menguasai Jalur Gaza pada bulan Juni 1967 setelah berakhirnya Perang Enam Hari. Selama periode ini, Israel mendirikan sebuah blok pemukiman bernama Gush Katif di sudut barat daya, di dekat Rafah dan perbatasan Mesir. Secara total Israel menciptakan 21 pemukiman di Jalur Gaza, yang terdiri dari 20% dari luas wilayah.
Pada bulan Maret 1979, Israel dan Mesir menandatangani Perjanjian Damai Israel-Mesir. Perjanjian ini antara lain menyatakan bahwa Israel harus menarik warga sipil dan tentaranya dari Semenanjung Sinai yang telah diduduki oleh Israel selama Perang Enam Hari, ke perbatasan internasional yang ditetapkan pada tahun 1906.[rujukan?] Mesir sepakat untuk men-demiliterisasi Semenanjung Sinai. Status akhir dari Jalur Gaza dan hubungan lainnya antara Israel dan Palestina tidak diatur dalam perjanjian ini. Mesir menolak klaim teritorial Israel atas wilayah di sebelah utara perbatasan internasional. Jalur Gaza tetap berada di bawah kendali militer Israel hingga tahun 1994.
Intifada Kedua pecah pada bulan September 2000, ditandai dengan terjadinya berbagai gelombang protes, kerusuhan sipil, dan pemboman terhadap militer Israel dan warga sipil, kebanyakan dilakukan oleh pembom bunuh diri, peluncuran roket dan bom ke daerah perbatasan Israel oleh gerilyawan Palestina dari Jalur Gaza, terutama oleh gerakan Hamas dan Jihad Islam. Pada bulan Februari 2005, pemerintah Israel memutuskan untuk menerapkan rencana penarikan diri sepihak dari Jalur Gaza. Rencana ini mulai diterapkan pada tanggal 15 Agustus 2005, dan selesai pada tanggal 12 September 2005. Berdasarkan rencana tersebut, semua permukiman dan pangkalan militer Israel di Jalur Gaza (empat di Tepi Barat) dan Zona Industri Bersama Israel-Palestina dibongkar. Pada tanggal 12 September 2005, kabinet Israel secara resmi menyatakan bahwa Israel secara resmi mengakhiri pendudukan militernya di Jalur Gaza. Israel juga menarik diri dari Rute Philadelphi, jalur sempit yang berdekatan dengan jalur perbatasan dengan Mesir. Namun, Israel tetap mempertahankan kontrolnya atas jalur perlintasan masuk dan keluar dari Gaza. Perlintasan Rafah antara Mesir dan Gaza dipantau oleh tentara Israel melalui kamera pengawasan khusus.
[Continue reading...]

Jalur Gaza

- 0 komentar

Jalur Gaza


Jalur Gaza
Kaki langit kota Gaza
Pusat kota Gaza, 2012
Jalur Gaza (bahasa Arab: قطاع غزة Qiṭāʿ Ġazzah, IPA: [qɪˈtˤɑːʕ ˈɣazza]) adalah sebuah kawasan yang terletak di pantai timur Laut Tengah, berbatasan dengan Mesir di sebelah barat daya (11 km), dan Israel di sebelah timur dan utara (51 km (32 mil)). Jalur Gaza memiliki panjang sekitar 41 kilometer (25 mil) dan lebar antara 6 to 12 kilometers (3,7 hingga 7,5 mil), dengan luas total 365 km² (141 mil²). Populasi di Jalur Gaza berjumlah sekitar 1,7 juta jiwa. Mayoritas penduduknya besar dan lahir di Jalur Gaza, selebihnya merupakan pengungsi Palestina yang melarikan diri ke Gaza setelah meletusnya Perang Arab-Israel 1948. Populasi di Jalur Gaza didominasi oleh Muslim Sunni. Tingkat pertumbuhan penduduknya pertahun mencapai angka 3,2%, menjadikannya sebagai wilayah dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi ke-7 di dunia.
Jalur Gaza memperoleh batas-batasnya saat ini pada akhir perang tahun 1948, yang ditetapkan melalui Perjanjian Gencatan Senjata Israel-Mesir pada tanggal 24 Februari 1949. Pasal V dari perjanjian ini menyatakan bahwa garis demarkasi di Jalur Gaza bukanlah merupakan perbatasan internasional. Jalur Gaza selanjutnya diduduki oleh Mesir. Pada awalnya, Jalur Gaza secara resmi dikelola oleh Pemerintahan Seluruh Palestina, yang didirikan oleh Liga Arab pada bulan September 1948. Sejak pembubaran Pemerintahan Seluruh Palestina pada tahun 1959 hingga 1967, Jalur Gaza secara langsung dikelola oleh seorang gubernur militer Mesir.
Israel merebut dan menduduki Jalur Gaza dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967. Berdasarkan Persetujuan Damai Oslo yang disahkan pada tahun 1993, Otoritas Palestina ditetapkan sebagai badan administratif yang mengelola pusat kependudukan Palestina. Israel mempertahankan kontrolnya terhadap Jalur Gaza di wilayah udara, wilayah perairan, dan lintas perbatasan darat dengan Mesir. Israel secara sepihak menarik diri dari Jalur Gaza pada tahun 2005.
Jalur Gaza merupakan bagian dari teritori Palestina. Sejak bulan Juli 2007, setelah pemilihan umum legislatif Palestina 2006 dan setelah Pertempuran Gaza, Hamas menjadi penguasa de facto di Jalur Gaza, yang kemudian membentuk Pemerintahan Hamas di Gaza.
[Continue reading...]

palestina today

- 0 komentar

 palestina today

kemarin PBB memberikan suara bulat untuk mengakui Palestina sebagai negara pengamat non-anggota, yang berarti diakui sebagai negara berdaulat, dan bebas untuk mengajukan petisi untuk bergabung sebagai anggota penuh dengan kebijakannya sendiri. Swiss adalah sebuah negara pengamat permanen 1948-2002, sampai menjadi anggota penuh pada 10 September 2002. Saat ini, satu-satunya non-anggota negara pengamat adalah Tahta Suci .
Apakah kita hidup di zaman meningkatkan divisi nasional? Jatuhnya terus kerajaan?
Skotlandia dapat memberikan suara pada referendum untuk kemerdekaan secepat tahun depan. Catalunya , rumah Barcelona dan kekuatan rumah-ekonomi Spanyol, yang melangkah menuju kemandirian , meskipun dalam kasus mereka tidak ada jalur hukum untuk pemisahan. Inggris dan Spanyol adalah, setelah semua, kerajaan tua, kerajaan yang menyatukan negara-negara yang sebelumnya terpisah di bawah bendera tunggal. Sampai sekarang telah sering hanya diterima bahwa nilai persatuan telah jauh lebih besar dari kemerdekaan nasional.
Mereka di AS bisa tertawa tentang petisi banyak ke Gedung Putih untuk masing-masing negara untuk melepaskan diri dari serikat setelah Presiden Obama pemilihan ulang: Texas , misalnya. Petisi lain dengan cepat diikuti, dari tempat tidur panas-liberal Austin , meminta untuk memisahkan diri dari Texas. Saya yakin ada lingkungan konservatif di Austin yang ingin memisahkan diri dari kota, dan kemudian rumah tangga yang ingin memisahkan diri dari orang-orang lingkungan, dan anggota keluarga yang ingin memisahkan diri dari rumah tangga, dan sebagainya. Divisi ini memiliki akhir yang logis.
Sebuah segue baik untuk diskusi tentang agregat ( kandhas / skandhas ) atau Abhidhamma filsafat?
Situasi di Tibet lebih dekat dengan rakyat Palestina, dengan perbedaan penting. Apakah menggambar Tibet dan Palestina menjadi perbandingan membantu penyebab Tibet? Tindakan jaringan komunitas, avaaz.org , laporan suara PBB:
Perjalanan rakyat Palestina untuk kebebasan masih jauh dari selesai. Tapi ini adalah langkah yang kuat, dan komunitas kami memainkan peran penting di dalamnya. Duta Besar Palestina untuk Eropa mengatakan hari ini:
"Avaaz dan anggotanya di seluruh dunia telah memainkan peran penting dalam membujuk pemerintah untuk mendukung upaya rakyat Palestina untuk negara dan untuk kebebasan dan perdamaian. Mereka telah berdiri bersama kami di seluruh dan solidaritas dan dukungan mereka akan diingat dan dihargai di seluruh Palestina "-. Leila Shahid, Delegasi Palestina Umum ke Eropa
Brussels Aksi: Ketika para pemimpin Uni Eropa bertemu, INI yang terjadi tepat di luar jendela mereka
Madrid Aksi: Avaaz anggota ingin Spanyol PM Rajoy mengatakan YA!
Pemerintah AS dan Israel, terikat kepada kelompok lobi yang ekstrim (ya, sayangnya bahkan Obama telah diberikan dalam), melemparkan semua yang mereka miliki di menghancurkan suara ini, dengan menggunakan ancaman keuangan dan bahkan mengancam akan menggulingkan Presiden Palestina jika dia pergi ke depan Eropa itu. Yang suara ayunan kunci, dan di bawah tekanan intensif AS, para pemimpin itu, hanya dua minggu lalu, condong ke arah tidak mendukung negara Palestina. Mengetahui taruhannya, komunitas kami menanggapi dengan kecepatan dan kekuatan demokrasi yang kami butuhkan untuk menang:
    • Hampir 1,8 juta dari kita menandatangani petisi yang menyerukan kenegaraan.
    • Ribuan kita disumbangkan untuk mendanai jajak pendapat publik di seluruh Eropa - yang menunjukkan bahwa 79% kekalahan dari Eropa mendukung sebuah negara Palestina jajak pendapat kami terpampang di seluruh media, dan berulang kali dikutip dalam perdebatan parlemen di Inggris, Spanyol dan Perancis.!
    • Kami mengirim puluhan ribu email, pesan Facebook dan Tweets kepada para pemimpin di seluruh Eropa dan membuat ribuan panggilan ke kementerian luar negeri dan kepala negara.
    • Kami membentangkan spanduk 4-lantai raksasa di luar Komisi Uni Eropa di Brussels (kanan) sementara pemimpin bertemu di dalam. Kemudian, kami menggelar aksi lain di Madrid. Sebelumnya, kami telah berlayar armada kapal melewati panggilan PBB untuk pemungutan suara. Tindakan kita menjadi berita utama di seluruh Eropa.
    • Avaaz staf dan anggota bertemu dengan puluhan dan puluhan menteri, penasihat, restoran, wartawan senior, anggota parlemen dan berpikir para pemimpin di setiap negara-negara kunci, dalam banyak kasus bekerja sama untuk memenangkan pemimpin satu per satu melalui advokasi, tekanan, resolusi parlemen dan pernyataan publik, selalu menggambar pada lonjakan kekuatan rakyat belakang penyebab ini.
  • Kami mengulurkan tangan untuk pemimpin pemikiran utama seperti Stéphane Hessel, yang selamat 94-tahun dari kamp konsentrasi Nazi, dan Ron Pundak, seorang Israel yang memainkan peran penting dalam proses perdamaian Oslo, berbicara dalam mendukung kenegaraan.
Satu demi satu, kunci negara-negara Eropa memutuskan hubungan dengan AS untuk menjawab panggilan keadilan dan masyarakat mereka. Dalam penghitungan suara akhir kami mendapat hanya sekarang, hanya 9 negara dari 193 telah dipilih sebagai ulasan melawan Perancis, Spanyol, Italia, Swedia dan! Sebagian besar Eropa telah memilih Palestina.
Tampaknya sangat mungkin bahwa Tibet akan melihat sesuatu yang mendekati kenegaraan diakui segera. Bahkan Taiwan, yang adalah diri-memerintah, telah membantah status ini karena klaim teritorial China atas pulau Namun,. dengan meningkatnya perhatian dibawa ke nasib Tibet di bawah pendudukan Cina dan hak-hak orang di mana pun untuk menjadi diri sendiri menentukan, ada harapan bahwa bermakna, langkah-langkah positif ke depan dapat diambil.
[Continue reading...]
- 0 komentar

penderitaan palestina


” Sungguh kami telah berada di pihak Israel sejak berdirinya dan kami akan selalu bersama Israel sepanjang sejarahnya” (Collin Powel, 19 Maret 2001)
60 tahun yang lalu, 14 Mei 1948, di bumi Palestina, Israel memproklamirkan kemerdekaan negara Israel. Sebuah kemerdekaan yang sejak awal patut dipertanyakan, merdeka dari siapa ? Peristiwa yang bersejarah itu, menjadi tonggak berdirinya negara yang penuh darah di negeri Islam yang diberkati Allah SWT itu .
Penderitaan umat Islam Palestinapun tak terperikan. Saat berdiri, Israel mengusir sekitar 1 juta warga Palestina, merampas hak milik warga Palestina, mencaplok puluhan kota dan ratusan desa. Teror dan pembantaian terjadi dimana-mana. Terjadilah peristiwa Deir Yasin (10 April 1948) sekitar 254 muslim Palestina terbunuh 100 diantaranya adalah anak-anak dan wanita). Unit 101 yang didirikan Moshe Dayan, menteror warga Palestina. Pada tahun 1948 tercatat 385 dari 475 desa Palestina dibuldoser sehingga rata dengan tanah. Saat ini diperkirakan terdapat 6 juta pengungsi Palestina yang menderita di kamp-kamp pengungsi.
Hollocaust (pembantaian masal) oleh Zionisme Israel terus terjadi. Di Douimah (28 oktober 1948) diperkirakan sekitar 1000 orang terbunuh, Kafr Kassim (29 Oktober 1956) 49 orang terbunuh. Tidak berhenti sampai disana, bagaikan hewan ternak yang harus dibunuh, muslim Palestina dikejar hingga keluar perbatasan Palestina. Pada 9 September 1972, terjadi serangan udara di Suriah , dengan target para pengungsi Palestina, sekitar 500 orang meninggal dunia. Israel juga menyerang Lebanon dengan target yang sama pada 9 november 1977, sekitar 300 orang terbunuh.
Tidak hanya itu, kamp-kamp pengungsi Palestina pun menjadi sasaran serangan . Pada bulan Juni 1982 terjadi serangan terhadap kamp pungungsi yang menewaskan 3500 orang sebagian besar adalah anak-anak dan wanita. Sabra dan Satila menjadi saksi bisu kekejaman Israel, saat negara itu dengan bantuan milisi kristen Lebanon membantai lebih dari 100 orang pengungsi Palestina. Selama intifadha hingga Mei 1989 sekitar 7500 muslim Palestina terbunuh. Dan pembunuhan demi pembunuhan terjadi hingga sekarang ini. Pasca Konferensi Perdamaian Annapolis november tahun lalu 350 orang warga Palestina yang terbunuh. 

Dukungan Negara Barat Imperialis
Berdirinya Israel tidak bisa dipisahkan dari gerakan Zionisme yang didukung negara-negara imperialis Barat. Sejak mendeklarasikan gerakan Zionisme (1996) , Theodor Herzl mulai berkerjasama dengan negara-negara imperialis seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Rusia mewujudkan cita-citanya mendirikan negara Israel di bumi Palestina.
Theodero Herzl dalam kongres I Zionis di Basel Swiss mengeluarkan resolusi bahwa umat Yahudi tidaklah sekedar umat beragama, namun bangsa yang dengan tekad bulat untuk hidup berbangsa dan bernegara. Di depan kongres itu Herzl berkata : ” dalam 50 tahun akan ada negara Yahudi”,. Meskipun awalnya dipandang sebelah mata, namun dengan kegigihannya, janji Herzl terwujud pada tahun 1948.
Cita-cita Herzl sejalan dengan negara-negara Imperialis yang memang banyak didominasi oleh elit Yahudi. Keberadaan negara Israel di jantung Timur Tengah tentu saja akan bermanfaat bagi negara-negara Imperialis. Negara Israel bisa dijadikan alat untuk berbagai kepentingan politik. Pernyataan Ezer Weizman mencerminkan hal itu : “Seandainya tidak ada Israel, maka tidak ada pihak yang mampu membantu kepentingan kerajaan Inggris.”
Sementara AS menggunakan negara Israel untuk terus menerus menjadi sumber konflik di Timur Tengah. Konflik inilah yang menjadi alasan AS untuk masuk ke Timur Tengah. Negara Yahudi ini dipastikan menjadi mitra sejati, karena persamaan ideologi dan kepentingan.
Tidak heran kalau jauh sebelum tahun 1948 , negara Barat dengan penuh sistematis mendukung berdirinya negara Israel ini. Pada tahun 1916, Inggris, Perancis dan Rusia melakukan perjanjian rahasia Sykes-Picot, untuk memisahkan wilayah Arab dari Khilafah Ustmaniyah dan memecahbelah menjadi negara-negara kecil, termasuk kawasan Palestina.
Dukungan itu semakin kokoh, ketika menlu Inggris keturunan Yahudi, Arthur James Balfour memberitahu pimpinan Zionis Inggris , Lord Rothschild, bahwa Inggris akan memperkokoh pemukiman Yahudi di Palestina dan membantu pembentukan tanah air Yahudi. Lima tahun kemudian LBB memberikan mandat kepada Inggris untuk menguasai Palestina. Berdirinya negara Israel diperkuat lagi dengan keputusan PBB tanggal 29 Agustus 1947 yang membagi Palestina , sebagian untuk Yahudi dan sebagin lagi untuk Arab.
Hingga saat ini dukungan itu terus mengalir. Tanpa perduli negara zionis ini telah melakukan pelanggaran kemanusiaan yang luar biasa. Collin Powel saat menjadi menlu AS pernah berpidato di depan senat (5/03/2001): ”Israel adalah negara sahabat dan sekutu yang kuat bagi bangsa AS dan pemerintahan AS, menjamin keamanan Israel adalah priotes utama”.
Hal yang senada dinyatakannya di depan lobi Yahudi terkuat di AS (AIPAC) pada 19 maret 2001.” Sungguh kami telah berada di pihak Israel sejak berdirinya dan kami akan selalu bersama Israel sepanjang sejarahnya”, tegasnya. Dick Cheney, saat berkunjung ke Israel , juga mengatakan hal yang sama.
Tidak heran kalau negara Israel merupakan penerima bantuan AS yang terbesar sejak perang dunia kedua. Sejak perang Oktober 1972 Washington sudah memberikan bantuan langsung ekonomi dan militer kepada Israel sebesar US$140 milyar atau Rp 1.260 trilyun. Sejak 1976 hingga sekarang setiap tahun AS memberikan bantuang langsung kepada Israel sebesar 3 milyar dollar, seperenam dari anggaran bantuan luar negerinya.
Israel bisa membeli peralatan militer langsung ke pabrik senjata di AS tanpa melalui Pentagon. AS membantu 3 milyar dollar bagi pengembangan senjata Israel. Israel diberikan akses informasi ke sejumlah pesawat tempur canggih seperti blackhawk dan F 16. Sementara kepada sekutu NATO-nya di Eropa informasi ini ditutup.
Untuk menunjukkan dukungannya kepada Yahudi, Bush menandatangani UU Pengkajian Anti Smith Global (oktober 2004). Berdasarkan UU ini kementerian luar negari AS harus memberikan laporan tahunan soal tindakan anti-smith diseluruh dunia.
Washington juga telah memveto 32 resolusi yang merugikan Israel sejak tahun 1982. Tidak ketinggalan calon presiden AS juga harus menunjukkan kesetiaannya kepada Israel. Obama dengan tegas menyatakan akan mendukung penuh negara Zionis itu. Sementara Hallary sampai-sampai mengatakan akan menyerang Iran jika Israel diserang Iran. (Farid Wadjdi)

PANDANGAN ISLAM TERHADAP KRISIS PALESTINA
Pertama, persoalan Palestina bukanlah urusan Fattah, Hamas, atau PLO saja. Ini juga bukan sekedar konflik rakyat Palestina dengan Israel. Tapi merupakan persoalan umat Islam, karena tanah Palestina adalah milik umat Islam.
Kedua, persoalan pokok Palestina itu adalah adanya penjajah Israel yang merampas tanah kaum muslimin disana. Jadi perjuangan ini harus focus pada bagaimana agar Israel mundur dari Palestina
Ketiga, perjuangan untuk membuat mundur Israel dari tanah Palestina, tidak mungkin bisa diraih dengan perdamain.Sebab perdamaian mensyaratkan dua hal : pengakuan eksistensi negara penjajah Israel dan yang kedua Israel dan Palestina akan menjadi dua negara yang berdampingan. Jalan satu-satunya adalah jihad fi Sabilillah.
Keempat, Islam mengharamkan segala bentuk perdamaian dengan Israel . Karena perdamain dengan Israel mensyaratkan pengakuan keberadaan negara Israel yang sesungguhnya merupakan negara penjajah dan akan menghentikan jihad fi sabilillah.
Kelima, Islam mengharamkan segala bentuk jalan (wasilah) yang menghantarkan penguasaan orang-orang kafir penjajah terhadap Palestina atau mengokohkan penjajahan Israel seperti tawaran perdamaian , demokrasi, bantuan baik berupa hibang maupun hutang dll.
Keenam, Umat Islam sebenarnya sedang menghadapi AS dan negara-negara Barat yang mendukung penuh negara Israel. Jadi bukan hanya Israel yang merupakan negara boneka. Karena itu memang dibutuhkan kekuatan seimbang. Sebab yang kita hadapi adalah negara-negara imperialis. Kekuatan yang seimbang itu tidak ada yang lain kecuali Daulah Khilafah Islam. Negara global yang menyatukan kaum muslim.Daulah Khilafah ini nanti akan menyerukan jihad fi sabilillah kepada kaum muslim seluruh dunia untuk membebaskan Palestina. Perlu kita catat, Palestina saat dibebaskan oleh Sholahuddin al Ayyubi pada saat kaum muslim memiliki Daulah Khilafah Islam. Jadi ini merupakan komando langsung dari Khilafah Islam
[Continue reading...]

konflik palestina

- 0 komentar

Konflik Palestina


Mungkin banyak air mata yang mulai mengering, telinga menjadi panas, dan hati serasa jenuh mendengar pemberitaan korban di Gaza yang terus bertambah. Tapi kita memang harus terus bicara tentang Palestina. Kita harus terus menyuarakan kegelisahan kita, menyampaikan kepedulian kita, atau setidaknya meneriakkan jeritan hati kita melalui takbir dan doa-doa yang terlantunkan. Tidak boleh ada perasaan bosan saat mendengar berita Palestina. Tidak boleh kita berputus asa dalam melantunkan doa-doa untuk saudara kita disana. Tidak boleh merasa doa kita sia-sia. Tidak boleh pula kita mengira bahwa zionis Israel akan dibiarkan dengan kesombongannya begitu saja. Karena Allah SWT berfirman : ” Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak”  (QS Ibrahim 42)
Hari ini kita melihat pemberitaan yang begitu beragam tentang fakta-fakta yang terjadi di Palestina. Ada yang mengutuk kekejian Israel, ada pula yang memprotes keangkuhan Amerika, Ada pula yang mengkritik pemimpin Arab yang ‘jubana’ (pengecut), bahkan ada pula yang tetap konsisten memberitakan Hamas sebagai teroris dan biang kerok semua permasalahan ini. Semuanya begitu kompleks dan membingungkan, sehingga banyak orang yang begitu bersedih dan berempati dengan pemandangan gambar-gambar korban dan ledakan, namun sedikit yang mengetahui hakikat permasalahan dan fakta yang shohih di Palestina.
Karenanya, kita perlu memetakan lebih jelas tentang permasalahan Palestina. Saya ingin mengungkapkan fakta-fakta dalam al-Quran dalam memetakan masalah ini. Bahwasanya Al-Quran jauh-jauh hari telah menggambarkan fakta-fakta yang terjadi hari ini di Palestina melalui ayat-ayatnya yang mulia. Ini semua penting agar kita bisa berpikir lebih mendalam, lebih strategis dan lebih fokus dalam menyusun langkah kontribusi kita untuk Palestina. Agar kita tidak reaktif dan mudah terkejut, dan selalu shock dalam mendengar pemberitaan masalah Palestina.
Berikut fakta-fakta yang telah digambarkan Al-Quran, dan sekarang terjadi begitu nyata di Palestina.
Fakta 1 : Adanya Yahudi yang Sadis & Bengis terhadap orang muslim, serta senantiasa melanggar perjanjian Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik”.(Al-Maidah 82).
Ketika Al-Quran 14 abad yang lalu telah jelas menyatakan fakta bahwa Yahudi menyimpan permusuhan yang amat keras terhadap umat Islam, maka hari ini kita menyaksikan dengan jelas gambaran permusuhan itu begitu nyata di depan mata kita. Jika ’sekedar’ menghitung angka korban jiwa dan luka-luka mungkin belum mewakili gambaran kebuasan mereka. Ada gambaran yang lebih buas dari hitungan angka-angka, saat Shadr seorang perempuan kecil berumur 4 tahun harus tewas menyongsong peluru tentara Israel di dadanya. Bahkan sang ayah tidak bisa menyelamatkan jasad putrinya, karena beberapa detik berikutnya datang sekumpulan anjing-anjing pelacak Israel untuk segera menyantap si kecil yang syahid itu. Seolah-olah tentara Israel itu memang membidikkan pelurunya untuk berburu makanan bagi anjing peliharaannya.
Gambaran lain tak kalah mengerikannya adalah saat tubuh-tubuh yang tak bernyawa di tengah jalan harus remuk terlindas oleh tank-tank zionis yang bergerak memasuki gaza. Begitu pula penggunaan senjata fosfor putih oleh tentara Israel yang tidak pernah ditemukan dalam kamus kekejaman bangsa lainnya. Adakah kebiadabaan manusia yang melebihi gambaran di atas ? Fakta Al-Quran tentang kebengisan Yahudi ini membuat kita sadar, bagaimana cara terbaik menghadapi Zionis Israel.
Kemudian dalam ayat yang lain Allah SWT memberitahukan kepada Rasulullah SAW tentang karakter Yahudi : ” (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya”). (Al-Anfal 56). Inilah fakta lain tentang Yahudi yang sudah diungkapkan Al-Quran sejak awal risalah Islam. Karenanya akan sangat aneh jika masih ada pemimpin Islam yang berharap banyak untuk mengadakan perjanjian dengan Israel, seolah-olah lupa dengan Fakta Quran dan fakta sejarah kenabian. Jika kita membaca ulang sejarah Yahudi dalam Siroh Nabawiyah, maka akan ada kesimpulan utuh bahwa sejarah Yahudi adalah sejarah pembangkangan dan penghianatan.
Fakta 2 : Adanya kaum muslimin yang terusir dan terbunuh di Palestina karena keyakinan mereka berislam. Allah SWT berfirman : .. (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah.” (QS Haj 40)
Al-Quran begitu jelas menggambarkan fakta adanya orang-orang yang terusir dan teraniaya ‘hanya’ karena mereka teguh memegang aqidah mereka. Penderitaan penduduk Palestina hari ini –dan sejak setengah abad yang lampau- adalah bukti riil fakta al-Quran di atas. Mereka teguh dengan agama mereka, yakin dengan kemuliaan Islam, karenanya mereka tidak rela Masjid Al-Aqsho dikuasai Zionis Israel. Maka merekapun bertahan, merekapun melawan, mempertahankan sejengkal tanah kemuliaan Islam dari jajahan zionis. Karena semua alasan mulia itulah hari ini banyak warga Palestina meregang nyawa.
Fakta 3 : Adanya Skenario Global di balik konflik Palestina . Allah SWT berfirman : Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka (Al Baqoroh 120)
Dibalik fakta keangkuhan Israel hari ini, adalah karena adanya dukungan setia Amerika. Bahkan kita lihat titik balik keberadaan negara Israel di Palestina, adalah karena kebaikan hati Inggris kepada kaum Yahudi, sekaligus kebencian mereka terhadap Islam. Dua negara besar ini selalu konsisten mendukung Zionis Israel. Bukan hanya teknis persenjataan yang selalu disuplai, tetapi juga kebijakan-kebijakan perdamaian dan juga ‘ pengkhianatan’ perdamaian yang selalu diamankan oleh Amerika. Resolusi PBB untuk gencatan senjata sepekan lalu–dengan abstainnya Amerika- adalah salah satu keajaiban dunia yang menyalahi sejarah konsistensi dukungan Amerika terhadap Israel.
Biasanya Amerika akan dengan mudah memveto setiap kebijakan yang merugikan zionis, adik tirinya tersebut. Tapi tidak ada yang berubah dari Amerika, berita hari ini menyebutkan pertemuan dua Menlu AS-Israel ; Condolize Reece dan Tzipi Livni yang mengukuhkan kesepakatan untuk menghalangi sekuat tenaga masuknya dukungan persenjataan ke Palestina. Jadi, tidak ada yang salah dengan fakta Al-Quran.
Fakta 4 : Adanya Benih-benih kemunafikan yang mengganggu perjuangan Jihad. Allah SWT berfirman : Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab: “Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu…”(Al-Hasyr 11)
Fakta Al-Quran dan juga fakta sejarah kenabian selalu mengingatkan kita adanya bahaya dari dalam. Jangankan hari ini saat umat Islam dalam kondisi lemah dan terpecah, bahkan di barisan pasukan Rasulullah SAW di Madinah pun bercokol sekelompok munafik yang terus aktif menghasut dan menghancurkan kaum muslimin dari dalam. Masih ingat bukan peperangan Uhud, saat 300 dari 1000 pasukan rasulullah SAW membelot mundur ke Madinah karena kecewa dengan keputusan Rasulullah SAW ?
Maka hari ini kita menyaksikan adanya dua negara arab besar yang memboikot KTT darurat Liga Arab di Dhoha, Qatar yang sedianya direncanakan menghasilkan keputusan yang ‘keras’ dan efektif untuk menghentikan kebiadaban Israel. Adakah ungkapan yang lebih halus untuk mengganti kata ‘kemunafikan’ bagi kedua bangsa tersebut ?.
Belum lagi masalah perbatasan Rafah yang masih saja ditutup oleh pemerintah Mesir. Sehingga dukungan kemanusiaan, apalagi mujahidin dan persenjataan tidak bisa menjangkau Gaza. Kisahnya sangat berkebalikan dengan yang terjadi di Afghanistan saat melawan Uni Soviet duapuluh tahun yang lampau, saat Pakistan membuka perbatasannya untuk masuknya mujahidin dan persenjataanya ke Afhanistan.
Hari ini pemerintah Mesir menjadi ‘bemper’ pelindung Zionis Israel dari masuknya solidaritas muslim internasional. Begitu pula saat bicara dengan pemimpin-pemimpin Arab, Husni Mubarok sekuat tenaga meyakinkan teman-temannya untuk tetap lunak pada Israel. Tanpa sadar, nampaknya presiden ‘Husni Mubarok’ ingin mengulangi kelakuan Abdullah bin Ubay yang mati-matian membela Yahudi Bani Qainuqo’ saat Rasulullah SAW akan memberikan sanksi atas pengkhianatan yang mereka lakukan pada konstitusi Madinah. Nah, adakah ungkapan yang lebih halus dari ‘kemunafikan’ untuk menggambarkan sikap tersebut ?
Fakta 5 : Ada banyak kaum banyak kaum muslimin lemah tidak berdaya . Ada perubahan besar terjadi pada gaya hidup sebagian besar kaum muslimin paska tumbangnya kekhalifahan Utsmaniyah di Turki. Banyak negara muslimin dijajah oleh negara-negara Barat dan penduduknya pun mulai mengadopsi pemikiran dan gaya hidup Barat yang materialis. Akibatnya, cinta harta dan dunia mulai mengakar dalam kehidupan kaum muslimin.
Pada saat itulah, jihad yang membentengi kemuliaan Islam mulai tergerogoti. Al-Quran telah menggambarkan fakta tersebut dengan jelas .. Allah SWT berfirman : Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit” ( At-Taubah 38 )
Kelemahan inilah yang segera ditangkap oleh musuh-musuh Islam. Mereka kini lebih berani dalam menganiaya dan menginjak-injak negeri Islam karena merasa ‘aman’ dengan lemahnya semangat kaum muslimin dalam berjihad. Lihat saja penyerangan secara sistematis pada negeri muslim dalam dua warsa terakhir ini. Dari mulai Afghanistan, Irak, Palestina, hingga negara-negara yang masuk dalam daftar tunggu penyerangan seperti ; Iran, Sudan dan Suriah.
Gambaran seperti inilah yang juga terjadi di Palestina, keangkuhan Israel dalam membombardir Palestina dengan penuh percaya diri, salah satunya karena mereka yakin tidak ada satu negara muslim pun yang berani mengirimkan pasukannya membela Palestina atas nama jihad. Negara-negara muslim dalam kondisi lemah dan takut menghadapi balasan Amerika dan sekutunya face to face. Akhirnya Israel melenggang begitu nyamannya dalam menebar bom cluster di bumi Palestina. Tidak ada pembelaan dari negara-negara muslim tetangganya. Hizbullah Libanon pun malu-malu untuk mengirimkan roketnya ke wilayah Israel. Bahkan Iran yang sempat ‘berkoar-koar’ pun belum sekalipun mengarahkan roketnya ke Israel. Sudan yang dipimpin oleh Jenderal Mujahid pun harus berdiam diri karena sibuk dengan konflik Darfur yang juga disutradari Amerika.
Inilah kenyataan hari ini, dan ini pulalah yang sudah diprediksi oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya, bahwa umat Islam akan menjadi santapan bangsa-bangsa lain di akhir zaman. Bukan karena jumlah mereka yang sedikit, bahkan banyak, tapi bagaikan buih yang terombang ambing lemah tak berdaya. Semua ini karena umat Islam terjangkiti sindrom wahn, yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW : ” Cinta dunia dan takut mati ” (HR Abu Daud)
Fakta 6 : Ada kelompok yang senantiasa mengusung tinggi jihad untuk menegakkan kalimatullah tanpa ragu dan gentar. Allah SWT berfirman : Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya) (QS Al Ahzab 23).
Al-Quran, menyebutkan fakta akan adanya golongan yang senantiasa ’setia’ untuk memperjuangkan kejayaan Islam. Bahkan meskipun diantara mereka banyak yang telah berguguran, tidak sedikitpun membuat komitmen mereka untuk berjihad mundur dan luntur. Hari ini tidak bisa dipungkiri bahwa Hamas tampil sebagai gambaran riil fakta Al-Quran tersebut. Tuduhan organisasi teroris tidak membuatnya gentar sejengkalpun. Pemborbardiran Zionis Israel disambut dengan perlawanan sekuat tenaga. Petinggi Hamas Kholid Meshal dalam banyak kesempatan senantiasa mengulang-ulang sikap Hamas yang tidak akan mundur dalam mempertahankan Gaza.
Logika mana yang bisa menjelaskan Hamas yang awalnya adalah sebuah organisasi massa Islam, kini bertarung dengan gagah melawan Zionis Israel yang mempunyai kekuatan militer terkuat di Timur Tengah ? . Kesimpulan paling mudah yang kita tangkap adalah ‘ konsistensi’ Hamas dalam berjihad, itulah yang membuat mereka tetap eksis dan terus melawan. Ruh Jihad menjadi semacam jaminan bagi kekuatan sekecil apapun untuk melawan kekuatan sebesar apapun. Bukankah Allah SWT berfirman : “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.(QS Al-Baqoroh 249)
Akhirnya, semua ungkapan dan isyarat kekaguman dan penghormatan, entah itu standing avocation, apllause, angkat topi, hormat tangan, atau apa saja yang bisa mengungkapkan kekaguman sangatlah layak diberikan pada Hamas. Setelah kagum, tentu saja kita juga harus menjadi bagian yang mendukung perjuangan jihad tersebut. Siapa yang bisa menahan keinginan untuk tidak bergabung dalam barisan pembela kebenaran yang telah dijamin eksistensinya oleh Rasulullah. Tidaklah berlebihan, jika dikatakan fenomena Hamas hari ini adalah bukti riil keberadaan kelompok jihad abadi di muka bumi ini, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : ” Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang tegak memperjuangkan kebenaran, dan mereka tidak akan terpengaruh dengan orang-orang yang memusuhi dan memerangi mereka “. (HR Muslim). Ketika Rasulullah SAW ditanya oleh sahabat tentang siapa mereka itu ?. Maka beliau menjawab : ” di sekitar masjid al-Aqsha”. Subhanallah
[Continue reading...]

palestinaku

- 0 komentar

 

   Roket Al-Qossam Hantam Kapal Perang Zionis

 
Kejutan demi kejutan dari sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Al Qassam, membuat Israel ketar-ketir. Setelah menghujani Tel Aviv dengan roket dan menjatuhkan pesawat tempur F16 Israel dari langit Gaza, Al Qassam menyasar kapal perang negara Zionis itu, Ahad (18/11) pagi tadi.
Seperti dilansir InfoPalestina, pejuang Al-Qassam menyatakan bahwa pagi tadi mereka melepaskan lima roket 107 ke arah kapal perang Israel yang bermarkas di lepas pantai kamp pengungsi Nasherat (Nazaret) dan mengenai langsung kapal perang Israel itu.
Tak lama setelah penyataan tersebut, media Israel memberitakan bahwa lima roket darat laut dilepaskan ke lepas pantai Gaza. Namun mereka belum menegaskan adanya korban tewas atau luka di kalangan angkatan laut Israel.


7. Zionis Larang Tentaranya Balas SMS
REPUBLIKA.CO.ID, Pejabat tinggi rezim Israel memperingatkan warganya, terutama tentara agar tidak membalas pesan-pesan singkat yang pengirimnya tidak dikenal.
Pesan-pesan tersebut ditengarai berasal dari gerakan perlawanan Islam Palestina, karenanya sama sekali dilarang untuk membalasnya, demikian laporan kantor berita Qodsna mengutip koran Israel Today.
Akhir pekan lalu militer Israel memperingatkan seluruh warga Zionis bahwa pejuang-pejuang Palestina memanfaatkan pesan-pesan singkat itu untuk melacak letak posisi pengirimnya, dan meluncurkan roket-roketnya ke lokasi tersebut.
6. Tentara Zionis Mengumpulkan Tanda Tangan Agar Dibatalkan Serangan Darat
REPUBLIKA.CO.ID, Pasukan Israel dalam beberapa hari terakhir sangat ketakutan untuk melakukan serangan darat ke Gaza. Hal ini terlihat dari gerak gerik mereka.
Kantor berita rezim Israel, Walla sebagaimana dikutip Mehr News melaporkan, “Pasukan Israel terlihat sangat ketakutan jika sampai ditugaskan untuk melakukan serangan darat ke Jalur Gaza.”
Pasukan Israel mengumpulkan tanda tangan menuntut pejabat Tel Aviv untuk memikirkan kembali rencana serangan darat ke Gaza, karena mereka takut menjadi korban.
Dalam wawancaranya dengan koran al-Sharq al-Awsat sumber militer Israel mengatakan, “Kesepakatan Israel dengan Jalur Gaza tidak tertulis, akan tetapi itu merupakan sekumpulan kesepakatan lisan yang ditandatangani Mesir dan kedua belah pihak yang berperang.” 


5. Kegagalan Iron Dome

Kesombongan Zionis yang mengatakan berhasil menahan 90% roket Palestina ternyata hanya isapan jempol. Dari 1.500 roket yang diluncurkan Hamas, hanya 421 roket yang berhasil ditahan.
REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM — Selama pertempuran delapan hari dengan Hamas di Jalur Gaza, Israel tak sedikit mengeluarkan ongkos operasional.
Untuk menangkis serangan roket Hamas saja, negara Yahudi tersebut dilaporkan menguras dana USD 25 juta hingga USD 30 juta atau sekitar Rp 240 hingga 300 miliar.
Biaya tersebut digunakan Israel untuk Iron Dome, sistem penangkis roket Hamas yang memasuki wilayah Israel. Sistem canggih yang didukung AS tersebut dipasang Israel saat pertempuran berlangsung. 


4. Sesumbar Mau Mengambil Nyawa Pejuang Hamas Malah Tewas
 

SALAM-ONLINE.COM: Sorang tentara penjajah Israel, Yosef Fartuk, sempat meninggalkan pesan dalam akun Facebooknya, sebelum tewas dalam serangan mortir Gaza di hari Selasa (20/11/2012).
Dalam akun Facebooknya, Yosef menyatakan ia tengah dalam perjalanan menuju Gaza, dan sesumbar akan mengambil nyawa pejuang Hamas, yang dicap sebagai kelompok “teror” oleh teroris Israel. “Teroris pertama akan jatuh di tangan saya,” ucap tentara teroris ini.
“Entah kita memasuki Gaza atau kita pulang, saya sudah dalam perjalanan ke Gaza,” lanjutnya. Read more…

Bukti Ketakutan, Netanyaho Ngumpet di Bungker

3. Netanyaho Ngumpet di Bungker
SALAM-ONLINE.COM: Tembakan rudal Hamas dari Jalur Gaza ke ibukota Israel, Tel Aviv, benar-benar di luar dugaan intelijen dan petinggi militer Is­rael.
Buktinya, demikian laporan dari Channel 10 Israel, Perdana Men­teri Benjamin Netanyahu harus ber­sembunyi di bunker meng­hin­dari serangan Hamas.
Netanyahu dipaksa pengawal-pengawalnya untuk bersembunyi di dalam sebuah bunker bawah tanah, guna menghindari sera­ngan rudal yang bertubi-tubi me­ngincar sasaran di sejumlah ba­ngunan di Tel Aviv secara acak. Read more…

Bukti Ketakutan, Tentara Zionis Yahudi Menggunakan Pampers Selama Perang

Tentara Zionis Yahudi Menggunakan Pampers Selama Perang
 

Bukan hanya bayi yang mengenakan popok alias pampers, tetapi tentara Yahudi-Israel juga mengenakannya. Tapi bukan karena mereka suka
ngompol. Ini disebabkan karena mereka takut buang air di luar kendaraan tempur karena khawati serangan para pejuang Al-Qassam.

Mungkin karena ketakutan itulah yang membuat alas an pasukan Israel hingga memutuskan mengenakan Pampers. Gara-gara sikapnya yang lucu ini, para pemuda Palestina memberi julukan baru pada mereka dengan sebuah Jaish Pampers (tentara Pampers).

perintah Tuhannya, membunuh para nabinya, keji, culas, licik, picik terhadap umat selainnya juga terkenal sangat pengecut dan penakut. Gimana mereka tidak menjadi pengecut dan penakut, dimana mereka berjuang untuk bertahan hidup sementara rakyat Palestina justru berjuang untuk mencari mati.
Berikut adalah bukti kepengecutan dan ketakutan mereka :
1. Serdadu Israel Ketakutan Ngumpet di WC



 


REPUBLIKA.CO.ID, JERUSALEM — Keluarga para serdadu Israel yang berada di front pertahanan wilayah selatan dekat Jalur Gaza meminta membebaskan keluarga mereka dari tugas kemiliteran. Seruan tersebut disuarakan setelah tiga serdadu Israel terluka oleh roket perlawanan di pangkalan militer Hov Ashkol pada Jumat kemarin.
Dalam laporannya, Radio Militer Israel mengutip pernyataan saudara salah satu serdadu Israel yang menuntut kepada komandan militer Israel agar segera membebaskan saudaranya dari tugas kemiliteran di wilayah itu. Mereka menuntut karena mengkhawatirkan nyawa saudaranya. Read more…

Gallery Foto Palestina Kembali Berduka November 2012

Dalam-serangan-hari-ini-sedikitnya-13-warga-Palestina-tewas-Ini-berarti-total-jumlah-korban-jiwa-dalam-serangan-Israel-selama-enam-hari-terakhir-telah-mencapai-90-orang-Reuters-Mohammed-Salem
Dalam-serangan-hari-ini-sedikitnya-13-warga-Palestina-tewas-Ini-berarti-total-jumlah-korban-jiwa-dalam-serangan-Israel-selama-enam-hari-terakhir-telah-mencapai-90-orang-Reuters-Mohammed-Salem
Wahai putera-putera kera dan babi …  Para pembunuh Rasul Allah dan para Nabi … Dirikanlah terus dan bangunlah kehancuranmu di tanah Muqaddas.  Kau jemput kebinasaanmu dengan hujaman lemparan batu cadas. Tinggikanlah bangunanmu sesuka hatimu. Sesungguhnya kehancuranmu akan menimpamu. Tidak lama lagi waktumu akan tiba untuk merana. Dan ketetapan Allah pastilah terlaksana
Untuk saudara-saudaraku yang terbakar oleh kemarahan karena Allah. Melihat saudara-saudara muslimin yang dibantai di bumi Allah oleh bangsa keturunan kera dan babi yang dilaknat oleh Allah. Bersabarlah … karena sesungguhnya kemenangan itu ada di tangan Allah yang akan diberikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang berjuang di jalan Allah
Warga-Palestina-membawa-salah-satu-jenazah-menuju-tempat-pemakaman-di-Gaza-City-Reuters-Mohammed-Salem
Warga-Palestina-membawa-salah-satu-jenazah-menuju-tempat-pemakaman-di-Gaza-City-Reuters-Mohammed-Salem


Nubuwat al-Qur’an tentang kebinasaan Bangsa Yahudi
Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan Allah …
Berbesar hatilah, karena Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا  فَإِذَا جَاء وَعْدُ أُولاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَا أُوْلِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُواْ خِلاَلَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولاً  ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا  إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَاء وَعْدُ الآخِرَةِ لِيَسُوؤُواْ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُواْ الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُواْ مَا عَلَوْاْ تَتْبِيرًا  عَسَى رَبُّكُمْ أَن يَرْحَمَكُمْ وَإِنْ عُدتُّمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا
“Dan Telah kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi Ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, kami datangkan kepadamu hamba-hamba kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya kami kembali (mengazabmu) dan kami jadikan Neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.” ( QS al-Israa’ 17:4-8)
[Continue reading...]
 
Copyright © . Palestina Mulia - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger